Pada awal dekade 1980, Renault hadir di Indonesia di bawah manajemen Astra. Beberapa model yang beredar dan dikenal di Indonesia adalah Renault 5, 12, 18, dan diakhiri oleh Renault 21 TL. Akibat satu dan lain hal, Renault sempat menghentikan kegiatannya dan vakum selama kurang lebih 10 tahun. Pada tahun 1999, Renault memutuskan untuk mengambil alih salah satu merk kuat di Jepang, yaitu Nissan. Kedudukan sebagai pemegang saham mayoritas Nissan membuat leluasa langkah Renault untuk kembali memasuki beberapa pasar Asia yang sempat ditinggalkannya. Begitu pula di Indonesia, dengan menggunakan jaringan Nissan yang berada di bawah payung INDOMOBIL GROUP, Renault kembali hadir melayani dan bertarung di pasar otomotif Indonesia.
Dalam waktu yang singkat produk-produk Renault telah berhasil mencuri hati kalangan penggemar otomotif nasional. Kehandalan 3 model pionir yang dihadirkan setelah “comeback” pada tahun 2001 membuat pondasi yang kuat bagi langkah Renault ke depan. Penghargaan yang diberikan majalah otomotif terkemuka TOP GEAR kepada Renault Clio sebagai “Best Choice” Small Hatchback 100-300 juta adalah bukti telah diterima dan dikenalnya merk dan produk Renault.
Dan pada tahun 2004 ini, Renault akan menghadirkan line-up model-model terpopuler yang kami yakin akan mampu memuaskan hasrat penggemar otomotif akan menunggu-nunggu akan adanya mobil yang mampu memuaskan hasrat berkendara mereka. Nantikan saja!
Temukan di sini sejarah Renault di dunia >
|